Peneliti keamanan baru-baru ini mengidentifikasi Monkey ransomware, sebuah program berbahaya yang dirancang untuk mengenkripsi data pengguna dan menambahkan ekstensi “.monkey” pada setiap file yang terinfeksi. Menggunakan algoritma enkripsi kuat, ransomware ini membuat proses dekripsi tanpa bantuan pelaku hampir mustahil.Begitu aktif, Monkey ransomware tidak hanya menyandera data, tetapi juga berupaya menghapus backup dan mengeksfiltrasi informasi sensitif dari sistem yang terinfeksi. Biasanya, penyebaran ransomware ini terjadi melalui phishing email, malicious downloads, atau trojan yang menyamar sebagai file atau software sah.
Banyak vendor keamanan telah mendeteksi varian ini dengan nama berbeda, namun secara umum, target utamanya adalah sistem operasi Windows, menjadikannya ancaman serius bagi pengguna individu maupun perusahaan.
📜 Catatan Tebusan: “How_to_recover_your_files.txt”
Setelah infeksi, Monkey ransomware akan menjatuhkan catatan tebusan berjudul “How_to_recover_your_files.txt”. Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim bahwa jaringan korban telah dikompromikan, backup telah dihapus, dan data dicuri.
Korban diminta menghubungi penyerang melalui email dalam waktu 24 jam. Jika tidak, jumlah tebusan akan meningkat dan risiko data bocor ke publik akan lebih besar.
Pesan itu juga melarang korban menghapus atau memodifikasi file yang terenkripsi, sambil menawarkan “test decryption” untuk membuktikan kemampuan mereka memulihkan data.
Nada ancamannya jelas — ikuti instruksi atau data akan hilang permanen.

