Banyak orang mengira malware masuk karena “komputer sedang sial” atau karena hacker menyerang secara langsung. Padahal, dalam banyak kasus, malware masuk karena kebiasaan kecil yang dilakukan berulang: download aplikasi crack, klik link sembarangan, membuka situs berisiko, menginstal APK dari WhatsApp, atau menonaktifkan proteksi keamanan karena dianggap mengganggu.
Di Indonesia, kebiasaan seperti ini masih sering ditemui, baik di pengguna pribadi, UMKM, sekolah, kantor kecil, sampai lingkungan kerja yang lebih besar. Masalahnya, malware sekarang tidak selalu terlihat seperti virus lama yang langsung membuat komputer rusak. Banyak malware modern bekerja diam-diam untuk mencuri password, mengambil data browser, merekam aktivitas, atau membuka jalan bagi ransomware.

